Search This Blog

Tuesday, 9 February 2010

perlakuan panas



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Karena banyaknya permintaan yang bermacam – macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas
Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat – sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari logam.
Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya.
Banyak dipakainya baja tahan karat pada industri dan perabot rumah tangga mengakibatkan bahan tersebut harus mengalami penyesuaian pada sifat mekanis yang diinginkan oleh pemakainya, salahsatu langkah yang dapat diambil adalah dengan melakukan proses perlakuan panas,proses ini akan sangat bergantung pada sifat mekanis bahan,suhu pemanasan, waktu tahan dan proses pendinginan.Kombinasi dari hal tersebut akan mengakibatkan perbedaan pada kekuatan tarik,kekerasan dan struktur mikro.
1.2 Tujuan
Sebagai upaya mencari sifat logam yang sesuai dengan yang dibutuhkan diantaranya adalah dengan cara perlakuan panas. Perlu tidaknya perlakuan panas yang dilakukan tergantung pada sifat coran dan penggunaanya.Untuk itu perlu diketahui secara mendalam mengenai sifat-sifat baja cortersebut.Yang dimaksud dengan perlakuan disini adalah proses untuk memperbaiki sifat sifat dari logam dengan jalan memanaskan coran sampai temperatur yang cocok dibiarkan beberapa waktu pada temperatur itu,kemudian didinginkan ke temperatur yang lebih rendah dengan kecepatan yang sesuai.Selain perlakuan panas yang dilakukan sifat mekanis bajajuga akan dipengaruhi oleh proses pendinginan yang dilakukan,apakah ada perbedaan perubahan sifat mekanis dari baja yang diperlakukan panas dengan proses pendinginan yang berbeda adalah satu hal yang dicari dalam penulisan ini.







BAB II
PENGARUH PROSES PENDINGINAN PASKA PERLAKUAN PANAS
TERHADAP UJI KEKERASAN ( VICKERS )

2.1 Definisi Perlakuan Panas
adalah proses untuk memperbaiki sifat-sifat dari logam dengan jalan memanaskan coran sampai temperatur yang cocok, lalu dibiarkan beberapa waktupada temperatur itu,kemudian didinginkan ke temperatur yang lebih rendah dengan kecepatan yang sesuai.Perlakuan panas yang dilaksanakan pada coran adalah: pelunakan temperatur rendah,pelunakan,penormalan,pengerasan dan penemperan. ( Surdia,Tata,1996:186 ) Heat treatment hanya bisa dilakukan pada logam campuran yang pada temperatur kamar mempunyai struktur mikro dua fase atau lebih.Sedang pada temperatur yang lebih tinggifase-fase tersebut akan larut menjadi satu fase.Cara yang dipakai ialah dengan memanaskan logam sehingga terbentuk satu fase, kemudian diikuti dengan pendinginan cepat. Dengan cara ini pada temperatur kamar akan terbentuk satu fase yang kelewat jenuh. Bila logam dalam keadaan tersebut dipanaskan maka fasefaseyang larut akan mengendap.
2.2 Macam - macam perlakuan panas
Secara umum langkah pertama heat treatment adalah memanaskan logam atau paduan itu sampai suatu temperatur tertentu,lalu menahan beberapa saat pada temperatur tersebut,kemudian mendinginkanya dengan laju pendinginan tertentu. Komposisi dari baja sangat mempengaruhi struktur mikro yang akan terjadi,disamping perlakuan-perlakuan yang dialami logam atau baja sebelumnya. Secara garis besar proses perlakuan panas dapat dibedakan menurut tingginya temperatur dan laju pendinginanya.
Proses laku panas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
•Proses perlakuan panas yang menghasilkan struktur yang seimbang,
anealling,normalizing.
•Proses perlakuan panas yang menghasilkan struktur yang tidak seimbang seperti halnya pada hardening
Aneal ( Pelunakan Coran )
Aniliasi ( pelunakan ) coran dilakukan dengan memanaskanya sampai temperatur yang cukup tinggi kemudian didinginkan perlahan-lahan dalam tungku yang dipakai untuk melunakan.(Tata Surdia:1996,186 ) Dalam proses anealing baja harus dipanaskan melalui suhu pengkristalan kembali untuk membebaskan tegangan–tegangan dalam baja.Kemudian mempertahankan pemanasanya pada suhu tinggi untuk membuat sedikit pertumbuhan butir–butiran dan suatu struktur austenit,seterusnya didinginkan secara perlahan-lahan untuk membuat suatu struktur perlit.Baja menjadi cukup lunak sehingga dapat dikerjakan dengan mesin.Baja anil kurang keuletanya dibandingkan dengan hasil laku panas lainya akan tetapi baja anil membentuk geram yang baik sewaktu pemesinan.
Normalisasi
Normalisasi dilakukan untuk mendapatkan struktur mikro dengan butir yang halus dan seragam. Proses ini dapat diartikan sebagai pemanasan dan mempertahankan pemanasan pada suhu yang sesuai diatas batas perubahan diikuti dengan pendinginan secara bebas didalam udara luar supaya terjadi perubahan ukuran butiran-butiran.Hal tersebut membuat ukuran menjadi seragam dan juga untuk memperbaiki sifat-sifat mekanik dari baja tersebut. Pada proses ini baja dipanaskan untuk membentuk struktur austenit direndam dalam keadaan panas,dan seterusnya didinginkan secara bebas di udara.Pendinginan yang bebas akan menghasilkan struktur yang lebih halus daripada struktur yang dihasilkan dengan jalan anealing.Pengerjaan mesin juga akan menghasilkan permukaan yang lebih baik.
Pengerasan ( Hardening )
Pengerasan biasanya dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi atau kekuatan yang lebih baik.Pengerasan dilakukan dengan memanaskan baja sampai ke daerah austenit lalu mendinginkanya dengan cepat,dengan pendinginan yang cepat ini terbentuk martensit yang kuat. Temperatur pemanasanya,lama waktu tahan dan laju pendinginan untuk pengerasan banyak tergantung pada komposisi kimia dari baja.Kekerasan maksimum yang dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam baja.Kekerasan yang terjadi pada benda akan tergantung pada temperatur Langkah sebelum pengujian adalah penyiapan material untuk pengujian yang akan dilakukan,Pengujia n tersebut adalah uji tarik,uji kekerasan dan struktur mikro yang sebelumnya didahului dengan uji komposisi kimia.Setelah terbukti bahwa baja tersebut adalah baja tahan karat dengan kandungan 8 Ni 18 Cr, maka dilakukan pemanasan pada suhu 9500C dan waktu tahan 60 menit yang meliputi :

1.Pendinginan di udara bebas
2.Pendinginan didalam oven dengan cerobong terbuka
3.Pendinginan didalam oven dengan cerobong tertutup
Heat Treatment ini bertujuan untuk mendapatkan perubahan sifat-sifat tertentu dan kekerasan dari baja.
Hasil Penelitian Uji Komposisi Kimia : Unsur %, Unsur %, Unsur %
1. Fe 71,17 6. Ti 0,01 11. P 0,042
2. Si 0,376 7. Nb 0,02 12. Cr 18,359
3. V 0,03 8. Mn 1,329 13. S 0,025
4. Cu 0,217 9. Ni 8,229 14. o 0,102
5. C 0,045 10. Al 0,002 15. W 0,04
Analisa Komposisi Kimia
- Merupakan baja karbon rendah karena C = 0,045 %
- Dengan Paduan 18,359%Cr, 8,229%Ni, 0,376%Si dan 1,329%Mn maka termasuk golongan baja tahan karat austenit yang memiliki sifat tahan korosi,mampu bentuk dan mampu las yang baik,sangat cocok digunakan untuk perabotan rumah tangga. - Dengan 0,045 %C, 18,359%Cr, 8,229%Ni, tidak bisa dikeraskan dengan quenching ( pendinginan ), karena termasuk baja tahan karat austenit yang bersifat lunak.
Analisa Pengujian Kekerasan
- Dari angka-angka menunjukan bahwa harga kekerasan sample uji yang mengalami perlakuan panas lebih kecil daripada kekerasan sample uji tanpa perlakuan panas.
- Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan waktu pada saat pendinginan,dimana semakin cepat waktu pendinginan yang terjadi maka butir yang terbentuk akan menjadi lebih besar,sedangkan butir yang lebih besar akan membuat kekerasan baja
menjadi lebih rendah.

Tanpa perlakuan panas Pendinginan udara bebas Pendinginan cerobong terbuka Pendinginan cerobong tertutup

1. 356 213 217 246
2. 370 215 222 251
3. 348 216 211 253
4. 366 220 217 251
5. 370 218 217 249

Analisa Pengujian Kekuatan Tarik
- Dari angka-angka menunjukan bahwa harga kekuatan tarik sample uji yang mengalami perlakuan panas lebih kecil daripada kekuatan tarik sample uji tanpa perlakuan panas.
- Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan waktu pada saat pendinginan,dimana semakin cepat waktu pendinginan yang terjadi maka butir yang terbentuk akan menjadi lebih besar,sedangkan butir yang lebih besar akan membuat kekuatan tarik baja menjadi lebih rendah.





Hasil Pengujian Kekuatan Tarik
Tanpa perlakuan panas, Pendinginan udara bebas, Pendinginan cerobong terbuka, Pendinginan cerobong tertutup
1. 91,36 74,94 74,1 84,64
2. 92,81 75,28 75,2 84,64
3. 91,8 75,28 74,77 85,2
Data dan Analisa Uji Struktur Mikro.
•Data Uji Struktur Mikro
Dengan pembesaran 135x Dengan Pembesaran 665x
Struktur mikro benda tanpa perlakuan panas
Dengan pembesaran 135x Dengan Pembesaran 665x
Struktur mikro dengan pendinginan cerobong tertutup
Traksi. Vol. 4. No. 1, Juni 2006 191 8
Dengan pembesaran 135x Dengan Pembesaran 665x
Struktur mikro dengan pendinginan cerobong terbuka
Dengan pembesaran 135x Dengan Pembesaran 665x
Struktur mikro dengan pendinginan udara bebas
•Analisa Pengujian Struktur Mikro
Pada dasarnya semua benda uji baik yang mengalami perlakuan panas atau ang tidak mengalami perlakuan panas,struktur mikronya terdiri dari ferit dan erlit.Bila dilihat dari hasil pengujian untuk benda sebelum mengalami erlakuan panas perlit lebih banyak ( mendominasi ).dan mempunyai ukuran utir yang lebih kecil bila dibandingkan dengan benda setelah mengalami erlakuan panas.Hal ini yang menyebabkan benda uji mempunyai harga ekerasan yang paling tinggi.



















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Dari data hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan komposisi kimia
Dilihat dari kandungan karbon dalam baja yang diuji maka baja tersebut termasuk baja karbon rendah, dan dari kandungan nikel dan khrom yang tinggi maka baja tersebut termasuk baja tahan karat.
2. Berdasarkan uji kekerasan
Dengan adanya kandungan karbon yang rendah maka baja tahan karat austenit hanya terdiri dari fasa perlit dan ferit baik pada suhu pemanasan atau suhu pendinginan, sehingga harga kekerasanya menurun untuk masing-masing benda uji pada saat pendinginan yang berbeda
3. Berdasarkan uji kekuatan tarik
Berdasarkan uji kekuatan tarik, benda yang telah mengalami perlakuan panas dan pendinginan,baik pendinginan di udara bebas,pendinginan di oven dengan cerobong tertutup ataupun pendinginan di oven dengan cerobong terbuka,mempunyai kekuatan tarik yang menurun apabila dibandingkan dengan benda sebelum mengalami perlakuan panas,hal ini disebabkan karena lambatnya laju pendinginan yang terjadi,sehingga akan menimbulkan butiran yang terbentuk menjadi besar.Butir yang besar akan membuat kekuatan baja menjadi rendah sehingga baja mudah putus.
4. Berdasarkan uji struktur mikro ( Metallografi )
Berdasarkan dari hasil penelitian benda uji yang mempunyai struktur ferit lebih banyak dan mempunyai ukuran butir yang besar maka benda uji itu akan mempunyai harga kekerasan yang kecil
3.2 SARAN
Agar memperoleh hasil yang bagus dalam menyusun makalah ini, dapat kiranya mahasiswa lebih mandiri lagi untuk mencari lteratur yang berhubungan dengan makalah ini, demikian pula kami mengharapkan bimbingan yang intensif dari pihak dosen, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.













DAFTAR PUSTAKA
Amanto, Hari, I999, Jakarta, Bumi Aksara : Ilmu Bahan
Koswara, Engkos, 1999, Bandung, Humaniora Utama Press : Pengujian Bahan
Logam
http://www.google.co.id/m/search?sa=2&q=perlakuan%20panas%20dan%20permukaan&=siteuniversal.
Materi-materi perkuliahan pada mata kuliah perlakuan panas dan permukaan

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Followers

My Ping in TotalPing.com