Saturday, 3 July 2010

skripsiku yang terahir



BAB I
PENDAHULAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.
2.1 Rumusan Masalah

1. Merangkai alat penggerak motor listrik dari blimbing wuluh.
2. Energi yang dihasilkan blimbing wuluh untuk menggerakkan motor listrik.
3.1 Tujuan Penelitian

Pada akhir penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan alat penggerak motor listrik yang effisien, praktis, ramah lingkungan dan aman dengan bahan blimbing wuluh. Rincian hasil yang ditargetkan pada penelitian ini yaitu : merancang, membuat, dan menguji kelayakan rangkaian alat penggerak motor listrik dari blimbing wuluh.
4.1 Kegunaan Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah dari blimbing wuluh dan memberikan solusi untuk pemanfaatan energy alternative.
5.1 Ruang Lingkup Peneltian

Penelitian ini dilakukan dengan objek penelitian berupa rangkaian alat penggerak motor listrik dari blimbing wuluh.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Sifat Asam Blimbing Wuluh
Berkaitan sifat asam dari yang dihasilkan dari buah Averrhoa bilimbi kita tahu bahwa cairan yang digunakan dalam sebuah akumulator adalah cairan yang mengandung tingkat keasaman tinggi. Cairan akumulator yang biasanya digunakan adalah asam sulfat encer (H2SO4). Pada umumnya, bila akumulator terus menerus digunakan, aliran akumulator akan habis dan akumulator tidak dapat berfungsi kembali. Artinya kita harus me-charge kembali akumulator agar akumulator dapat berfungsi kembali. Selain itu saat ini harga aki relative mahal, oleh karena itu banyak yang mencoba menggunakan alternatife lain untuk mengganti cairan aki. Saat ini, penelitian mengenai energi alternative lebih dititik beratkan kepada energi alternative yang menggunakan bahan-bahan alami dan bersumber dari alam. Elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga buah yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. (Sutikno, 2008).
2.2 Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU. Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik. Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.


2.3 Alat dan bahan
1. Belimbing Wuluh
adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.
2. Blender
Blender digunakan untuk menghancurkan blimbing wuluh untuk di ambil airnya.
3. Gelas plastic
Gelas plastic di gunakan sebagai wadah campuran tanah dan air.
4. Tanah
Dalam penelitian ini tanah di gunakan untuk menancapkan lempengan tembaga dan seng yang berfungsi sebagai elektroda.
5. Air
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron
6. Lempeng tembaga (sebagai elektroda positif)
Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik. Selain itu unsur ini memiliki korosi yang lambat sekali.
7. Seng (sebagai elektroda negatif)

8. Kabel
Sebagai penghubung dan pengahantar arus dari gelas menuju ke motor listrik.

2.4 Cara Merakit
1. Blender blimbing wuluh sampai halus (jus belimbing wuluh).
2. Siapkan gelas-gelas plastik dan diisi dengan tanah liat (bukan tanah berpasir ataupun yang mengandung sampah).
3. Masukan jus blimbing wuluh tersebut ke dalam gelas-gelas plastik yang sudah diisi tanah.
4. Susun berderet gelas-gelas yang sudah diisi tanah dan jus blimbing wuluh.
5. Buat rangkaian elektroda dengan menyambungkan antara lempeng tembaga dan lempeng seng menggunakan kabel (kira-kira dengan kabel masing-masing 15cm).
6. Susun rangkaian elektroda tersebut ke dalam gelas-gelas tanah yang telah disiapkan sebelumnya, dengan susunan lempeng tembaga-lempeng seng-lempeng tembaga dan begitu seterusnya, jadi satu gelas akan berisi susunan satu lempeng tembaga dan satu lempeng seng dari rangkaian elektroda yang berbeda.
7. Siapkan dua rangkaian elektroda dengan kabel yang lebih panjang dan hanya menggunakan satu lempeng saja, satu tembaga dan satu seng. Untuk gelas terluar (gelas pertama dan terakhir yang hanya memiliki satu lempeng: gelas pertama lempeng tembaga dan gelas terakhir lempeng seng) disambungkan dengan rangkaian elektroda baru ini. Gelas pertama dengan yang rangkaian seng, gelas terakhir disambungkan dengan rangkaian tembaga. Ujung dari dua kabel rangkaian terakhir inilah yang akan disambungkan dengan motor listrik yang akan digerakkan.



1 2

4

3
5


Keterangan :
1. Lempeng seng (elektroda negatif)
2. Lempenng tembaga (elektroda positif)
3. Gelas plastik.
4. Kabel
5. Motor listrik

2.5 Energi yang di Hasilkan
Setelah komponen dirakit, maka rangkain akan menghasilkan energi. Adapun energi yang dikeluarkan adalah sebagai berikut :
2.5.1 Satu buah gelas plastik dengan volume 250 ml yang diisi dengan ¾ tanah dan ¼ jus blimbing wuluh dari total volume gelas plastik menghasilkan tegangan 0,5 volt.
2.5.2 Untuk menggerakkan sebuah motor listrik dengan tegangan 3 volt, maka diperlukan susunan rangkaian secara seri dengan jumlah 6 gelas.
0,5 volt + 0,5 volt + 0,5 volt + 0,5 volt + 0,5 volt + 0,5 volt = 3 volt.
2.5.3 Daya Listrik
Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam sirkuit listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik).
Arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dengan hambatan listrik menimbulkan kerja. Peranti mengkonversi kerja ini ke dalam berbagai bentuk yang berguna, seperti panas (seperti pada pemanas listrik), cahaya (seperti pada bola lampu), energi kinetik (motor listrik), dan suara (loudspeaker). Listrik dapat diperoleh dari pembangkit listrik atau penyimpan energi seperti baterai.
Untuk mencari daya listrik dapat dihitung dengan rumus :
P = V.I
Dimana :
P = Daya (Watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Kuat arus (Ampere)

2.5.4 Hambatan Rangkain Seri :
Rs = R+R+R+…+Rk
Dimana :
Rs = Hambatan total (ohm)
R = Hambatan elemen (ohm)
k = Jumlah elemen

2.5.5 Daya Motor Listrik
P = V.I
Dimana :
P = Daya Motor (watt)
V = Tegangan (volt)
I = Kuat Arus (ampere)

BAB III


1.1 Metode Penelitian
Metode penelitian ini meliputi tahap-tahap perancangan, perakitan atau pembuatan, pengujian hasil rancangan, pengamatan dan pengolahan data.


BAB IV
Pembahasan Dan Hasil Perhitungann


BAB V
Kesimpulan Dan Saran

No comments:

Post a Comment